Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Perjalanan Sukses Bos Uniqlo, Miliki Harta 500 Triliun Tapi Cuma Punya 2 Baju di Lemari
Advertisement . Scroll to see content

Orang Terkaya di Indonesia Ini Masih Mau Makan di Warteg Pinggir Jalan, Berikut Orangnya

Senin, 02 Januari 2023 | 13:58 WIB
  • author M Wali
Orang Terkaya di Indonesia Ini Masih Mau Makan di Warteg Pinggir Jalan, Berikut Orangnya
Orang Kaya Indonesia yang Mau Makan di Warteg. Foto: Okezone/iNewsTemanggung.id

JAKARTA, iNewsTemanggung.id - Meskipun miliki kekayaan harta yang banyak, dan termasuk masuk dalam deretan orang terkaya di Indonesia miliarder ini masih mau hidup sederhana. Dan kerap kali makan di warteg

Mereka ialah Michael Bambang Hartono, Jusuf Hamka hingga Grace Tahir. Ketiga miliarder ini masih mau untuk datang dan makan di warteg.

Bahkan terlihat dari foto, salah satu konglomerat Indonesia itu mengenakan pakaian santai dan makan dengan tenang tanpa memedulikan orang di sekelilingnya. Diketahui foto tersebut diambil di salah satu warung makan di Kota Semarang.

Michael Bambang Hartono adalah Bos Djarum sekaligus orang paling kaya di negeri ini, terlihat dalam foto yang beredar dirinya makan sendirian di sebuah warung sederhana pinggir jalan.

Kedua Grace Tahir, anak konglomerat Dato Sri Tahir memang sosok yang sederhana. Bahkan, di sebuah video wawancara dia mengaku tidak pernah membeli pakaian mahal.

Untuk makan pun Grace Tahir tidak pemilih dan tetap oke jika makan di warteg saja.

Begitu juga dengan bos jalan tol, Jusuf Hamka. Dirinya pernah makan di warteg pinggir jalan.

Babah Alun sapaan akrabnya menikmati momen saat dirinya berinteraksi dengan warga sekitar. Selain itu, dengan pakaian sederhana, dia tampak melenggang santai memasuki warung makan. Tidak hanya makan, Babah Alun juga kerap mentraktir para pembeli di warung makan yang dia datangi.

Editor: M Wali

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut